Pramono Respon Kritikan: Tak Bisa Tidur Setelah Persija Kalah dari Arema

Pramono baru-baru ini mengungkapkan pendapatnya mengenai banyaknya kritik yang ia terima dari masyarakat terkait keterlibatannya dalam dunia sepakbola, khususnya yang berkaitan dengan tim Persija. Menurutnya, Persija bukan hanya sekadar klub olahraga; melainkan juga bagian penting dari identitas Jakarta. Pengakuan ini menunjukkan betapa dalamnya hubungan antara sepakbola dan masyarakat di ibukota, serta bagaimana kekalahan tim kesayangan bisa memengaruhi banyak orang, termasuk Pramono sendiri.
Kritikan dan Harapan
Pramono mengakui bahwa dirinya sering mendapatkan kritikan karena dianggap terlalu campur tangan dalam urusan Persija. Namun, dia melihat hal tersebut sebagai tanggung jawab yang harus diemban, mengingat Persija memiliki sejarah yang kaya dan merupakan kebanggaan warga Jakarta. “Setiap kali Persija bertanding, itu bukan hanya soal poin di klasemen, tetapi juga soal emosi dan harapan masyarakat,” ujarnya.
Bagi Pramono, keterlibatannya dalam dunia sepakbola adalah sebuah panggilan. Dia merasakan dampak emosional yang mendalam ketika Persija mengalami kekalahan, seperti saat kalah dari Arema. “Ketika tim kalah, aku tidak bisa tidur. Rasanya seperti ada yang hilang,” ungkapnya sambil tersenyum getir. Ini menunjukkan betapa dia menghayati posisi dan perannya dalam mendukung tim yang menjadi bagian dari identitas Jakarta.
Sepakbola dan Identitas Jakarta
Persija Jakarta bukan hanya sekadar tim yang berlaga di lapangan hijau. Ia merupakan simbol kebanggaan bagi penduduk Jakarta. Sejak didirikan, Persija telah menjadi bagian dari sejarah dan budaya kota ini. Kemenangan atau kekalahan yang dialami oleh tim ini sering kali dianggap sebagai refleksi dari semangat dan perjuangan masyarakat Jakarta.
Pramono menilai, ketika banyak orang mengkritiknya, mereka sering kali tidak menyadari betapa dalamnya hubungan emosional yang terjalin antara klub sepakbola dan pendukungnya. “Sepakbola adalah bahasa universal. Ini bisa menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang,” katanya. Dengan demikian, keterlibatan dirinya dalam klub ini bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk menjaga semangat dan kebanggaan Jakarta.
Menghadapi Kritik dengan Positif
Menghadapi kritikan adalah bagian dari perjalanan seorang pemimpin. Pramono berusaha untuk mendengarkan setiap masukan yang masuk, baik yang positif maupun negatif. Ia percaya bahwa kritik yang konstruktif bisa menjadi pijakan untuk perbaikan. “Kami selalu berusaha untuk mendengarkan suara masyarakat. Itu yang membuat kami tetap relevan dan dekat dengan penggemar,” jelasnya.
Dia juga menambahkan, penting bagi semua pihak untuk bersatu dan mendukung tim dalam suka dan duka. Sepakbola bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang perjalanan yang dilalui. “Setiap pertandingan adalah kesempatan untuk belajar dan tumbuh. Sebagai pendukung, kita harus tetap optimis,” ujarnya.
Insight dan Pelajaran
Ada beberapa pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari situasi ini. Pertama, keterlibatan dalam aktivitas yang kita cintai, seperti sepakbola, dapat memberikan makna lebih dalam hidup kita. Kedua, menghadapi kritik dengan sikap terbuka adalah langkah penting dalam proses pengembangan diri. Ketiga, pentingnya solidaritas dan dukungan dalam komunitas, terutama saat kita menghadapi tantangan.
Kesimpulan
Melihat bagaimana Pramono merespons kritik dan keterlibatannya dalam dunia sepakbola, kita dapat mengambil inspirasi untuk lebih menghargai hal-hal yang kita cintai. Persija bukan hanya sekadar tim sepakbola; ia adalah bagian dari jiwa Jakarta. Dalam setiap kekalahan, ada pelajaran yang bisa diambil, dan dalam setiap kemenangan, ada kebanggaan yang harus dirayakan. Mari terus dukung tim kita, tidak hanya saat menang, tetapi juga saat mengalami kekalahan. 🌟



